Voice of successful candidates

Bekerja ke luar negeri sebagai perawat adalah cita-cita saya sejak dari bangku kuliah. Pendapatan yang lebih besar sekaligus bisa sambil belajar tentang ilmu keperawatan yg lebih modern dan kebudayaan negara lain sebagai alasan utamanya. Saya memutuskan untuk ikut program IJEPA ini setelah mengetahui secara pasti tentang prosesnya mulai dari pendaftaran sampai gambaran pekerjaan sebelum dan sesudah lulus ujian keperawatan negara Jepang.
Disamping culture shock dalam kehidupan sehari-hari dan pekerjaan, keterbatasan kemampuan bahasa adalah kendala utama yang harus saya hadapi setibanya di Jepang. Tetapi bekal pelatihan bahasa dan kebudayaan Jepang selama satu tahun menjadi sangat penting dan membantu saya bisa cepat beradaptasi. Terutama dukungan yang di berikan oleh pihak Rumah sakit, rekan kerja dan juga para pengajar volunteer juga sangat membantu saya dalam proses belajar, bekerja dan kehidupan sehari-hari.
Lulus ujian negara memang bukan perkara yang mudah. Karena materi ujian yang sangat luas dan ujiannya yang dalam bentuk tulisan kanji Jepang membutuhkan kemauan dan usaha yang ekstra keras. Bekerja sambil belajar, merelakan hari libur dan waktu luang untuk kegiatan belajar, di stasiun, didalam kereta, di kafe, bahkan membaca buku sambil berjalan juga pernah saya lakukan. Tapi usaha dari dalam diri saja tentu tidak cukup, memanfaatkan secara maksimal dukungan dan fasilitas yang diberikan oleh Rumah Sakit, para guru volunteer, nasehat dari teman dan senior, juga do'a dari keluarga termasuk faktor pendukung penting yang mengantarkan saya pada kelulusan di tahun kedua.

Sedikit pesan bagi teman-teman IJEPA yang akan datang ke Jepang :

keberangkatanmu diiringi oleh harapan dan rasa bangga pribadi, keluarga, kerabat juga bangsa maka datanglah dengan mimpi dan berjuanglah untuk mewujudkan semuanya disini. Sesulit apapun nantinya jangan menyerah dan mari berjuang bersama. Saya tunggu di Jepang!

text

I always dreamed of working abroad and fulfill my dreams as a nurse. But I never thought I would end up working in a non-english speaking country like Japan. At first, I had so much doubts and hesitations. I don`t know anything about Japan, its language and culture. But then, opportunity knocked on my door, so, I grabbed it. I gave it a try. I considered learning Japanese language and working here as a challenge.
Communication has always been the most difficult part in this journey. Not being able to understand their language sometimes and express what you want to say always bring me disappointments and frustrations. But giving up is never an option for me. If I ever did give up before, I would never realize that I can do things which seem impossible to reach. And that`s passing the National Exam for Nurses. Coming here gave me a chance to learn another language, interact with people having different culture from my own, and go to different places which I consider as a rare opportunity and I will always be thankful for that.
Working and studying at the same time is never easy. But with the continuous support of the facility, learning support group like JICWELS and those people concerned, I made it.
I set a specific time frame on what to study and made sure I can finish it on time. I set goals to keep me motivated and balance my time on work, study, and rest.

To EPA candidates, let`s do our best. Let`s always keep in mind our reasons why we decided to come and work in Japan :

I won`t say its easy. Its tough, really. You will face hardships and challenges. But if you just do your best and work hard to reach your dreams, you`ll realize later on that it`s all worth it. In the end, its you who will harvest the fruits of your own labor. Just never give up. We can all do this together.

text

Perkenalkan nama saya Mariatul Qibti EPA 2 saya bekerja di toukouen sejak Januari 2010 sampai sekarang. saya berfikir Jepang itu negara yang maju akan teknologi dan perekonomiannya sehingga mendorong saya ingin bekerja dan mencari pengalaman di jepang. Walaupun pada dasarnya saya tidak mempunyai pengalaman bekerja sebelum nya. Di
Tahun pertama saya bekerja, banyak kesulitan yang saya rasakan, mulai dari cara berkomunikasi, cara beradaptasi dalam pekerjaan,lingkungan dan budaya disini. tapi dibalik kesulitan tersebut menjadikan saya belajar untuk mandiri, disiplin, dan sabar dalam menjalaninya. Sampai akhirnya saya bisa lulus ujian negara Jepang dan Semua itu tak lepas berkat doa dan dorongan dari keluarga, guru, teman, dan semua staf yang bekerja di tempat saya bekerja.
buat teman teman yang ingin bekerja di jepang lebih semangat dan tidak mudah menyerah.

text